Di sisi lain, Airlangga menambahkan, kesepakatan tarif 19% yang telah ditandatangani kedua negara bakal berlaku efektif dalam 60 hari. Kedua negara mesti berkonsultasi dan menyiapkan dokumen legal untuk menjalankan kesepakatan dagang tersebut.
“Namun, keputusan kemarin yang 10% itu hanya berlaku untuk 150 hari, sesudah itu, mereka bisa perpanjang atau mereka bisa mengubah dengan regulasi yang ada,” kata Airlangga.
Mengutip Bloomberg News, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia tidak perlu meminta bantuan Kongres untuk mengembalikan kebijakan tarif dagang globalnya yang luas setelah keputusan Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tersebut pada Jumat (21/2/2026).
Menanggapi pertanyaan media terkait apakah dia akan meminta bantuan Kongres mengenai masalah ini, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, "Saya tidak perlu" karena wewenang yang dia cari sudah disetujui. Trump mengatakan bahwa dia meminta wewenang tarif tambahan kepada Kongres, dia yakin dia mungkin akan mendapatkannya.
Gedung Putih mengatakan akan segera mengganti bea masuk tersebut menggunakan alat hukum lainnya. Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif global 10% berdasarkan wewenang Pasal 122, dan akan meluncurkan beberapa investigasi yang dapat membenarkan penerapan tarif lainnya.
Pendekatan baru presiden menghindari pertarungan legislatif untuk mengembalikan tarif globalnya yang luas, di mana ia akan menghadapi rintangan yang berat.
Kesepakatan Tarif
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis (19/2) waktu setempat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menerangkan bahwa perjanjian ini saling menguntungkan kedua negara.
Bagi Indonesia, ART membuka lebar peluang ekspor sejumlah komoditas utama ekspor. Sejumlah produk Indonesia, yaitu kopi, kakao, karet, minyak sawit, rempah-rempah, komponen elektronik & semikonduktor, komponen pesawat terbang mendapat tarif nol persen. Total ada 1.819 pos tarif Indonesia yang mendapat tarif nol persen.
"Dalam ART ini ada 1.819 post tarif, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, tarifnya adalah nol persen," kata Airlangga dalam konferensi pers di Washington DC, Kamis (19/2) waktu setempat.
Ia menamahkan, produk tekstil dan apparel Indonesia juga bisa masuk ke AS dengan tarif nol persen dengan mekanisme tariff rate quota (TRQ).
"Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif nol persen dengan mekanisme TRQ," ucapnya.
Kesepakatan ini merupakan hasil proses negosiasi intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025.
Awalnya Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh AS. Setelah proses negosiasi, disepakati tarif resiprokal 19 persen sebagai dasar. Namun, Indonesia berhasil mengamankan tarif 0-10 persen untuk produk tertentu melalui perjanjian.
(naw)






















