Logo Bloomberg Technoz

“Nanti slot-nya bisa dialihkan ke maskapai lain yang memenuhi syarat.” kata Gatot.

Tak cuma maskapai, menurut Gatot pengelola slot juga harus proaktif. Apabila pengelola slot melihat armada maskapai  atau tidak mencukupi dan dirasa akan menggangu pelaksanaan slot, harus segera dikurangi jumlah slot-nya dan diberikan ke maskapai lain yang siap.

Yang ketiga, pengelola slot juga harus menegakkan aturan secara disiplin. Maskapai yang melanggar ketentuan slot, harus diberi sanksi misalnya slot-nya dipindah ke akhir waktu.

“Dengan demikian maskapai akan berpikir ulang untuk tidak mematuhi slot time-nya karena akan merugikan dan nanti bisa dikomplain penumpang.” kata  Gatot.

Menurut Gatot, Beberapa bandara memang  memiliki slot yang sudah penuh, seperti bandar udara I Gusti Ngurah Rai di Bali meski saat ini banyak juga bandara yang masih memiliki banyak slot.

“Tinggal pengaturan di masing-masing bandara saja. Misalnya di Bali itu, kalau ada maskapai yang menggunakan pesawat besar seperti Airbus A380, itu  membuat maskapai lain yang punya slot didekat-nya berpotensi delay.” kata Gatot.

“Ini tidak disadari masyarakat, karena masyarakat lebih melihat prestise-nya dengan pesawat sipil terbesar di dunia, tapi tidak melihat dampak operasional penerbangannya.”

(ell)

No more pages