Logo Bloomberg Technoz

BI Ramal Ekonomi Global 2026 Melambat, Cuma Tumbuh 3,2%

Pramesti Regita Cindy
19 February 2026 14:17

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memandang perekonomian dunia masih dalam tren melambat. Di berbagai negara, perlambatan pertumbuhan ekonomi sepertinya adalah keniscayaan.

"Prospek ekonomi global dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang masih tinggi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat dari 3,3% pada 2025 menjadi 3,2% pada 2026," ucap Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam koferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Februari, Kamis (19/2/2026).

Tidak cuma melambat, lanjut Perry, perekonomian dunia juga sepertinya akan bervariasi. Amerika Serikat (AS) diperkirakan mengalami perbaikan pertumbuhan ekonomi karena pengaruh stimulus fiskal dan tingginya investasi termasuk yang terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AS).


Namun di Eropa dan Jepang, tambah Perry, ekonomi akan melambat karena sejalan dengan perlambatan ekonomi global di tengah permintaan domestik yang belum kuat. Kemudian China dan India juga sepertinya akan mengalami perlambatan karena penurunan permintaan domestik.

Perry juga menyebut soal arah suku bunga acuan di AS atau Federal Funds Rate. Menurutnya, ruang penurunan Fed Funds Rate masih ada.