Logo Bloomberg Technoz

Duka Anak-anak Gaza, Lahir dan Hidup di Antara Peperangan

News
21 November 2023 14:34

Anak-anak menghangatkan diri di kamp pengungsi dekat rumah sakit Shuhada Al-Aqsa, Gaza, Senin (13/11/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak menghangatkan diri di kamp pengungsi dekat rumah sakit Shuhada Al-Aqsa, Gaza, Senin (13/11/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak menghangatkan diri di kamp pengungsi dekat rumah sakit Shuhada Al-Aqsa, Gaza, Senin (13/11/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak menghangatkan diri di kamp pengungsi dekat rumah sakit Shuhada Al-Aqsa, Gaza, Senin (13/11/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Serangan Israel yang membabi buta membuat anak-anak di Gaza menderita. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Serangan Israel yang membabi buta membuat anak-anak di Gaza menderita. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka harus mengesampingkan kebahagian di masa mudanya seperti anak-anak pada umumnya. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka harus mengesampingkan kebahagian di masa mudanya seperti anak-anak pada umumnya. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak tersebut harus meninggalkan rumah tempat ia berteduh dan harus tinggal di tempat pengungsian. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak tersebut harus meninggalkan rumah tempat ia berteduh dan harus tinggal di tempat pengungsian. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka juga harus terbiasa kehilangan kedua orang tua dan keluarga mereka karena menjadi korban serangan Israel. 
(Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka juga harus terbiasa kehilangan kedua orang tua dan keluarga mereka karena menjadi korban serangan Israel. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Tak hanya itu, di antara mereka juga harus kehilangan tangan atau kaki karena harus diamputasi akibat serangan tersebut. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Tak hanya itu, di antara mereka juga harus kehilangan tangan atau kaki karena harus diamputasi akibat serangan tersebut. (Ahmad Salem/Bloomberg)

lebih dari 5.500 anak-anak termasuk di antara korban tewas akibat seranga Israel di Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

lebih dari 5.500 anak-anak termasuk di antara korban tewas akibat seranga Israel di Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak menghangatkan diri di kamp pengungsi dekat rumah sakit Shuhada Al-Aqsa, Gaza, Senin (13/11/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)
Anak-anak menghangatkan diri di kamp pengungsi dekat rumah sakit Shuhada Al-Aqsa, Gaza, Senin (13/11/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)
Serangan Israel yang membabi buta membuat anak-anak di Gaza menderita. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Mereka harus mengesampingkan kebahagian di masa mudanya seperti anak-anak pada umumnya. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Anak-anak tersebut harus meninggalkan rumah tempat ia berteduh dan harus tinggal di tempat pengungsian. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Mereka juga harus terbiasa kehilangan kedua orang tua dan keluarga mereka karena menjadi korban serangan Israel. 
(Ahmad Salem/Bloomberg)
Tak hanya itu, di antara mereka juga harus kehilangan tangan atau kaki karena harus diamputasi akibat serangan tersebut. (Ahmad Salem/Bloomberg)
lebih dari 5.500 anak-anak termasuk di antara korban tewas akibat seranga Israel di Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bloomberg, Penderitaan tanpa akhir dirasakan anak-anak di wilayah Gaza, Palestina. Setiap harinya hidup mereka tidak tenang. 

Mereka juga harus terbiasa kehilangan kedua orang tua dan keluarga mereka karena menjadi korban serangan Israel. Tak hanya itu, di antara mereka juga harus kehilangan tangan atau kaki karena harus diamputasi akibat serangan tersebut.

Serangan Israel yang membabi buta membuat anak-anak yang selamat tak memiliki tempat perlindungan. Rumah sakit hingga sekolah menjadi tumpuan mereka juga menjadi sasaran tembak Israel.

Dilaporkan oleh kantor media pemerintah yang dikelola Hamas, lebih dari 5.500 anak-anak termasuk di antara korban tewas. Lebih dari 6.000 orang dilaporkan hilang atau terjebak di bawah reruntuhan. Orang-orang yang mengalai cedera melebihi 30.000 orang.

Bertambahnya korban jiwa disebabkan oleh serangan yang terus dilayangkan oleh Israel di beberapa titik Jalur Gaza, juga karena lambatnya bantuan kemanusiaan yang tiba di lokasi termasuk bahan bakar. Juru bicara badan PBB untuk pengungsi Palestina atau United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), mengatakan Gaza membutuhkan 160.000 liter bahan bakar setiap hari, "untuk mempertahankan tingkat layanan kemanusiaan yang wajar," kata Adnan Abu Hassna.

Bahan bakar dibutuhkan untuk desalinasi air, instalasi pengolahan limbah, sumur, dan rumah sakit, serta ratusan kendaraan untuk operasional UNRWA. Menurut OCHA, Israel akan mengizinkan masuknya hampir 70.000 liter bahan bakar per hari.

(bbn/ain)