Logo Bloomberg Technoz

Badai Otis: Mencabik Kota Acapulco Meksiko

Andrean Kristianto
16 November 2023 17:05

Sebuah mobil rusak ditinggalkan di jalan pasca badai Otis di Acapulco, negara bagian Guerrero, Meksiko, Senin (13/11/2023). (Alejandro Cegarra/Bloombe

Sebuah mobil rusak ditinggalkan di jalan pasca badai Otis di Acapulco, negara bagian Guerrero, Meksiko, Senin (13/11/2023). (Alejandro Cegarra/Bloombe

Pelabuhan Meksiko dilanda badai Otis dengan kekuatan yang sangat besar pada 25 Oktober 2023 lalu.  (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Pelabuhan Meksiko dilanda badai Otis dengan kekuatan yang sangat besar pada 25 Oktober 2023 lalu. (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Acapulco menjadi lokasi terparah yang terkena dampak dari badai Otis. (Alejandro Cegarra/Bloo

Acapulco menjadi lokasi terparah yang terkena dampak dari badai Otis. (Alejandro Cegarra/Bloo

Badai Otis menyebabkan 48 nyawa telah hilang dan puluhan orang lainnya masih belum ditemukan. (Alejandro Cegarra/Bloo

Badai Otis menyebabkan 48 nyawa telah hilang dan puluhan orang lainnya masih belum ditemukan. (Alejandro Cegarra/Bloo

Acapulco, kota pantai yang dahulu menjadi favorit elit internasional,  (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Acapulco, kota pantai yang dahulu menjadi favorit elit internasional, (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Kerusakan yang dialami Acapulco melampaui berbagai bencana alam sebelumnya di Meksiko. (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Kerusakan yang dialami Acapulco melampaui berbagai bencana alam sebelumnya di Meksiko. (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Pemerintah federal merespons dengan mengumumkan rencana rekonstruksi senilai $3,4 miliar. (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Pemerintah federal merespons dengan mengumumkan rencana rekonstruksi senilai $3,4 miliar. (Alejandro Cegarra/Bloomberg)

Meskipun pemerintah mengumumkan berakhirnya keadaan darurat, Acapulco masih memiliki perjalanan panjang menuju pemulihan penuh (Alejandro Cegarra/Bloo

Meskipun pemerintah mengumumkan berakhirnya keadaan darurat, Acapulco masih memiliki perjalanan panjang menuju pemulihan penuh (Alejandro Cegarra/Bloo

Sebuah mobil rusak ditinggalkan di jalan pasca badai Otis di Acapulco, negara bagian Guerrero, Meksiko, Senin (13/11/2023). (Alejandro Cegarra/Bloombe
Pelabuhan Meksiko dilanda badai Otis dengan kekuatan yang sangat besar pada 25 Oktober 2023 lalu.  (Alejandro Cegarra/Bloomberg)
Acapulco menjadi lokasi terparah yang terkena dampak dari badai Otis. (Alejandro Cegarra/Bloo
Badai Otis menyebabkan 48 nyawa telah hilang dan puluhan orang lainnya masih belum ditemukan. (Alejandro Cegarra/Bloo
Acapulco, kota pantai yang dahulu menjadi favorit elit internasional,  (Alejandro Cegarra/Bloomberg)
Kerusakan yang dialami Acapulco melampaui berbagai bencana alam sebelumnya di Meksiko. (Alejandro Cegarra/Bloomberg)
Pemerintah federal merespons dengan mengumumkan rencana rekonstruksi senilai $3,4 miliar. (Alejandro Cegarra/Bloomberg)
Meskipun pemerintah mengumumkan berakhirnya keadaan darurat, Acapulco masih memiliki perjalanan panjang menuju pemulihan penuh (Alejandro Cegarra/Bloo

Bloomberg Technoz, Pelabuhan Meksiko dilanda badai Otis dengan kekuatan yang sangat besar pada 25 Oktober 2023. Dalam kejadian ini, 48 nyawa telah hilang dan puluhan orang lainnya masih belum ditemukan.

Acapulco, kota pantai yang dahulu menjadi favorit elite internasional, kini berjuang untuk pulih setelah badai tersebut merusak sebagian besar infrastrukturnya.

Kerusakan yang dialami Acapulco melampaui berbagai bencana alam sebelumnya di Meksiko. Sejak zaman kolonial, kota ini memegang peran kunci sebagai gerbang Spanyol Baru ke Asia-Pasifik. Namun, saat ini, Acapulco terperangkap antara kejayaan masa lalu dan kenyataan kehancuran saat ini. Industri pariwisata, yang dahulu menjadi tulang punggung ekonomi kota, kini hanya menjadi bayangan dari masa kejayaannya yang sirna.

Perencanaan perkotaan yang kurang baik, korupsi, dan gelombang kekerasan telah menjadi beban bagi Acapulco selama beberapa dekade terakhir. Pada pertengahan abad ke-20, kota ini mencapai puncak popularitasnya sebagai ikon pariwisata Meksiko, tetapi kemudian merosot ketika destinasi seperti Cancún dan Cabo mulai mengambil alih pangsa pasar. Peningkatan tingkat kejahatan dan kekerasan terkait narkoba semakin merugikan kesejahteraan kota ini.

Meskipun demikian, sebelum Badai Otis melanda, resor pantai Acapulco masih menarik perhatian penduduk kaya yang kembali untuk mengevaluasi properti tepi laut mereka. Namun, badai ini membawa dampak dahsyat, merusak 80% infrastruktur hotel dan 96% bisnis di kota, mengguncang sektor pariwisata yang telah melemah.

Pemerintah federal merespons dengan mengumumkan rencana rekonstruksi senilai $3,4 miliar, dengan fokus pada bantuan untuk keluarga, pemilik bisnis kecil, dan hotel. Meskipun layanan dasar hampir sepenuhnya pulih, masyarakat Acapulco masih dihadapkan pada tantangan besar.

Warga setempat, dengan semangat gotong royong, bersatu untuk membersihkan puing-puing dan membuka akses melalui jalan-jalan yang tertutup. Namun, mereka menghadapi kesulitan dalam menghilangkan seluruh puing, dan beberapa jalan masih terhalang. Beberapa warga bahkan terpaksa membakar puing untuk membersihkan area yang terkena dampak.

Meskipun pemerintah mengumumkan berakhirnya keadaan darurat, Acapulco masih memiliki perjalanan panjang menuju pemulihan penuh. Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan kota ini dapat bangkit kembali lebih kuat dari sebelumnya setelah melewati ujian berat yang dihadapinya.

 

(dre/ain)