Logo Bloomberg Technoz

Inflasi IHP Jepang Melambat, Tekanan Suku Bunga BOJ Mereda

News
13 October 2026 10:20

Inflasi Jepang. (Noriko Hayashi/Bloomberg)
Inflasi Jepang. (Noriko Hayashi/Bloomberg)

Toru Fujioka - Bloomberg News

Bloomberg, Kenaikan harga barang korporasi di Jepang kembali melambat, meskipun masih berada pada level tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi akibat biaya input mungkin telah mencapai puncaknya untuk sementara waktu. Hal tersebut juga memberi sinyal berkurangnya urgensi bagi Bank of Japan (BOJ) untuk menaikkan suku bunga setelah kenaikan bulan lalu.

Indeks harga input yang dibayarkan perusahaan-perusahaan Jepang naik 6,8% pada September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, melambat dari kenaikan 7,6% pada bulan sebelumnya, menurut laporan BOJ pada Selasa (13/10). Perlambatan tersebut merupakan yang paling tajam sejak Mei 2025. Sementara itu, indeks harga produsen (PPI) turun 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya, sama seperti pada Agustus.


Data tersebut menunjukkan bahwa BOJ kemungkinan tidak perlu langsung menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan penetapan kebijakan berikutnya, yang dijadwalkan pada 30 Oktober. Meski demikian, indikator tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan masih menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya input. Kondisi ini diperkirakan tetap mendukung arah kebijakan BOJ untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. Pelaku pasar secara luas memperkirakan kenaikan berikutnya akan terjadi paling lambat Januari, sementara banyak di antaranya memperkirakan langkah tersebut dilakukan lebih cepat, yakni pada Desember, berdasarkan harga di pasar swap semalam.

Harga produk pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama dipengaruhi oleh harga beras yang melonjak tajam pada musim semi 2025. Sementara itu, kenaikan harga produk minyak bumi dan batu bara melambat menjadi 11,5%, dipengaruhi oleh subsidi pemerintah, menurut laporan tersebut.

Inflasi IHP Jepang. (Sumber: Bloomberg)