Logo Bloomberg Technoz

Krisis Pasokan Chip Tak Buat Permintaan Smartphone Premium Buyar

Redaksi
13 October 2026 16:35

Suasana sentra perdagangan HP Ponsel di ITC Kuningan. Perangkat ponsel alami kenaikan harga 10-20% efek kelangkaan chip. (Bloomberg Technoz/Merinda)
Suasana sentra perdagangan HP Ponsel di ITC Kuningan. Perangkat ponsel alami kenaikan harga 10-20% efek kelangkaan chip. (Bloomberg Technoz/Merinda)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Kelangkaan memori chip sejauh ini amat memengaruhi pasar smartphone murah atau yang secara relatif menempatkan posisi yang sensitif terhadap harga konsumen. Sementara, permintaan smartphone segmen premium seperti dari Samsung Electronic dan Apple, relatif terjaga.

Laporan Counterpoint Research menegaskan hal tersebut, dimana Samsung dan Apple masih menempati posisi dua teratas pada data pengiriman hingga kuartal III-2026. Samsung memperoleh pangsa pasar 23%, meningkatkan dibandingkan periode yang sama sebelumnya di 19%. Sementara, pangsa pasar Apple di 22%, juga naik dari kuartal III-2025 pada level 18%.

Kenaikan pangsa pasar Samsung jadi yang terbesar di antara para produsen ponsel OEM. Salah satu seri yang mencatatkan permintaan tetap solid adalah Galaxy Z Fold8. Untuk kelas menengah di seri A stabil pada pasar negara-negara berkembang, meski melemah di salah satu pasar terpenting Samsung, yaitu China.


“Fokus perusahaan pada harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi dan pertumbuhan pendapatan mendukung pertumbuhan nilai yang lebih kuat meskipun volume pengiriman menurun, dengan strategi premiumisasi dan peluncuran perangkat lipat yang kuat turut berkontribusi pada komposisi penjualan,” terang Counterpoint.

Pangsa pasar Apple sejatinya turun secara tahunan namun mampu menembus akan melebihi 20%. Faktor penurunan data shipment adalah absennya iPhone 18 base model pada perilisan tahunan di bulan September lalu, meski digantikan dengan seri tahun lalu iPhone 17.