Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Andrean Kristianto
20 April 2026 16:29

Pekerja menanta tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menanta tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi  (Bloomberg Technoz/Andrean)

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi (Bloomberg Technoz/Andrean)

Kenaikan tersebut terjadi usai sebelumnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang juga ikut naik pada akhir pekan lalu. (Bloomberg Technoz)

Kenaikan tersebut terjadi usai sebelumnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang juga ikut naik pada akhir pekan lalu. (Bloomberg Technoz)

Kenaikan harga produk LPG atau elpiji non-subsidi terjadi pada tabung 5,5 kg dan 12 kg yang berlaku di seluruh Indonesia. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Kenaikan harga produk LPG atau elpiji non-subsidi terjadi pada tabung 5,5 kg dan 12 kg yang berlaku di seluruh Indonesia. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Harga produk LPG nonsubsidi tersebut mengalami kenaikan yang signifikan per 18 April 2026 ini. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga produk LPG nonsubsidi tersebut mengalami kenaikan yang signifikan per 18 April 2026 ini. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga LPG 5,5 kg berada di level Rp107.000/tabung atau naik Rp17.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga LPG 5,5 kg berada di level Rp107.000/tabung atau naik Rp17.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga LPG 12 kg ditetapkan sebesar Rp228.000/tabung atau naik Rp36.000 dari harga sebelumnya yaitu Rp192.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga LPG 12 kg ditetapkan sebesar Rp228.000/tabung atau naik Rp36.000 dari harga sebelumnya yaitu Rp192.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bagi konsumen non-rumah tangga, harga refill elpiji 50 kg naik 22-28 persen atau sebesar Rp234.000 per tabung. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bagi konsumen non-rumah tangga, harga refill elpiji 50 kg naik 22-28 persen atau sebesar Rp234.000 per tabung. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sedangkan untuk penebusan tabung baru beserta isinya (ukuran 50 kg) naik 9-10 persen dengan selisih harga yang sama, yakni Rp234.000 per tabung.

Sedangkan untuk penebusan tabung baru beserta isinya (ukuran 50 kg) naik 9-10 persen dengan selisih harga yang sama, yakni Rp234.000 per tabung.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg bersubsidi atau Gas Melon tidak bakal mengalami kenaikan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg bersubsidi atau Gas Melon tidak bakal mengalami kenaikan.

Harga LPG subsidi 3 kg tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar Rp19.000 hingga Rp22.000 per tabung. (Bloomberg Technoz/Andre)

Harga LPG subsidi 3 kg tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar Rp19.000 hingga Rp22.000 per tabung. (Bloomberg Technoz/Andre)

Harga LPG 3 kg tidak mengalami penyesuaian, sebab Gas Melon mendapatkan subsidi dari pemerintah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga LPG 3 kg tidak mengalami penyesuaian, sebab Gas Melon mendapatkan subsidi dari pemerintah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menanta tabung gas LPG non subsidi di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk resmi menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi  (Bloomberg Technoz/Andrean)
Kenaikan tersebut terjadi usai sebelumnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang juga ikut naik pada akhir pekan lalu. (Bloomberg Technoz)
Kenaikan harga produk LPG atau elpiji non-subsidi terjadi pada tabung 5,5 kg dan 12 kg yang berlaku di seluruh Indonesia. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Harga produk LPG nonsubsidi tersebut mengalami kenaikan yang signifikan per 18 April 2026 ini. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Harga LPG 5,5 kg berada di level Rp107.000/tabung atau naik Rp17.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Harga LPG 12 kg ditetapkan sebesar Rp228.000/tabung atau naik Rp36.000 dari harga sebelumnya yaitu Rp192.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bagi konsumen non-rumah tangga, harga refill elpiji 50 kg naik 22-28 persen atau sebesar Rp234.000 per tabung. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sedangkan untuk penebusan tabung baru beserta isinya (ukuran 50 kg) naik 9-10 persen dengan selisih harga yang sama, yakni Rp234.000 per tabung.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg bersubsidi atau Gas Melon tidak bakal mengalami kenaikan.
Harga LPG subsidi 3 kg tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar Rp19.000 hingga Rp22.000 per tabung. (Bloomberg Technoz/Andre)
Harga LPG 3 kg tidak mengalami penyesuaian, sebab Gas Melon mendapatkan subsidi dari pemerintah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi usai sebelumnya menaikkan sejumlah jenis harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada akhir pekan lalu.

Mengutip dari situs resmi Pertamina Patra Niaga (PPN), per 18 April 2026, harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dan 5,5 kg mengalami penyesuaian di sejumlah provinsi.

Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga LPG 12 kg ditetapkan sebesar Rp228.000/tabung atau naik Rp36.000 dari harga sebelumnya.

Sementara itu, harga LPG non subsidi 5,5 kg berada di level Rp107.000/tabung atau naik Rp17.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg bersubsidi atau Gas Melon tidak bakal mengalami kenaikan, meskipun harga LPG 12 kg tengah melonjak di sejumlah wilayah.

Bahlil mengungkapkan hanya dapat menjamin harga LPG 3 kg tidak mengalami penyesuaian, sebab Gas Melon mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sebaliknya, LPG 12 kg merupakan produk nonsubsidi dan umumnya dimanfaatkan masyarakat mampu.

(dre)