Logo Bloomberg Technoz

Di Asia, sentimen cenderung lebih konstruktif meskipun volume perdagangan relatif tipis akibat libur Tahun Baru Imlek di sejumlah pusat keuangan regional. Pada perdagangan valas di pasar yang sudah dibuka, terlihat yen Jepang hari ini menguat 0,07% disusul dolar Singapura 0,02%. 

Pergerakan mata uang Asia di pasar yang sudah dibuka pada Rabu pagi (18/2/2026). (Bloomberg)

Investor kawasan juga mencermati keputusan kebijakan Bank Indonesia serta Reserve Bank of New Zealand, yang diperkirakan menahan suku bunga. Stabilitas kebijakan moneter di kawasan agaknya akan memberikan jangkar psikologis bagi pasar valuta asing regional. 

Bank Indonesia diperkirakan akan menetapkan suku bunga acuan di level yang sama 4,75% pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan berlangsung hari ini dan besok. Pergerakan rupiah yang lebih banyak defensif daripada melanjutkan tren penguatan disinyalir menjadi alasan BI akan tetap menahan suku bunga acuan pada level yang sama. 

Sebab kondisi rupiah dengan level masih berada di kisaran Rp16.800/US$ jelas belum sepenuhnya membuat pasar nyaman. Apalagi, indeks dolar AS juga menguat dan kembali berada di level 97-an serta imbal hasi US Treasury belum menunjukkan tren penurunan. Pada Senin, UST 10Y masih berada di level 4,05% dan kemarin (17/2/2026), UST 10Y kembali naik tipis menjadi 4,06%. 

Selain itu, pasar juga akan memantau hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto yang dipastikan akan menandatangani kesepakatan dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade pekan ini.

Indonesia sepakat membebaskan tarif bea masuk sebagian besar produk AS, sementara AS menetapkan tarif 19% atas produk Indonesia. Di sisi lain, AS memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao. 

Lantas, dengan berbagai ekspektasi dan sentimen yang berkelindan ke mana arah rupiah di pekan perdagangan yang pendek ini? 

Arah Teknikal Rupiah

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi kembali melemah pada perdagangan hari ini. Dengan target pelemahan menuju Rp16.860/US$ sampai dengan Rp16.880/US$. Level selanjutnya pelemahan berharap tertahan di ke Rp16.900/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.

Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah terkonfirmasi membentuk trend bearish, apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka berpotensi mendekati Rp16.950/US$ yang tercermin dari time frame daily.

Apabila rupiah memberikan tanda-tanda menguat nantinya, resistance terdekat dapat menuju Rp16.800/US$, sementara range laju rupiah dalam resistance di antara Rp16.740/US$ sampai dengan Rp16.700/US$.

-- update dengan analisa teknikal 

(riset/aji)

No more pages