Logo Bloomberg Technoz

AS Ungkap Rudal Balistik Antarbenua akan Rampung Akhir 2026

News
18 February 2026 07:20

Drone milik AS, MQ-9 Reaper. (U.S. Air Force photo by Airman 1st Class William Rio Rosado)
Drone milik AS, MQ-9 Reaper. (U.S. Air Force photo by Airman 1st Class William Rio Rosado)

Tony Capaccio -- Bloomberg News

Bloomberg, Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) berniat menyelesaikan rencana restrukturisasi untuk sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) Sentinel baru dari Northrop Grumman Corp. pada akhir tahun ini. Hal itu dilakukan setelah program yang diproyeksikan senilai US$141 miliar tersebut terkendala biaya yang melambung dan penundaan pengoperasian.

“Dengan memanfaatkan kemajuan yang cukup besar selama 12-18 bulan terakhir, para pejabat program sedang menjalankan strategi akuisisi yang telah diubah untuk membuka jalan guna menyelesaikan restrukturisasi pada bulan Desember", kata Angkatan Udara dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.


Tujuannya adalah agar rudal balistik antarbenua (ICBM) baru tersebut mampu beroperasi pada "awal tahun 2030-an," kata Angkatan Udara dalam sebuah pernyataan yang menguraikan kemajuan penilaian program sejak peningkatan biaya dan penundaan dalam penerapan teknologi tersebut pertama kali diungkapkan tahun 2024.

Sentinel adalah bagian berbasis darat dari apa yang disebut triad nuklir dengan kemampuan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir dari darat, laut, dan udara, dan merupakan kunci dari janji Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk meningkatkan daya hancur persenjataan Amerika.