Logo Bloomberg Technoz

BMKG Prediksi Cuaca Awal Ramadan, Waspada Hujan Lebat

Dinda Decembria
18 February 2026 10:30

Warga berjalan saat hujan badai di New York, AS, Kamis (31/7/2025). (Victor J. Blue/Bloomberg)
Warga berjalan saat hujan badai di New York, AS, Kamis (31/7/2025). (Victor J. Blue/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca pada awal Ramadhan 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang, khususnya pada 18–19 Februari 2026. Kondisi tersebut dinilai perlu diwaspadai masyarakat karena berpotensi berkembang menjadi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat beberapa daerah dengan status waspada hujan sedang hingga lebat, yakni Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, serta Papua Selatan.

Sementara itu, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.


Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah. Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, serta Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Papua Selatan.

BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang. "Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terutama menjelang aktivitas ibadah dan perjalanan selama Ramadhan,"ungkap BMKG dalam Instagram @infobmkg, dikutip Rabu (18/02).