Rupiah Tergelincir Jelang Pengumuman BI Rate
Tim Riset Bloomberg Technoz
18 February 2026 09:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyusut dalam pembukaan perdagangan setelah libur panjang.
Rupiah mencatatkan penyusutan dalam perdagangan spot hari ini, Rabu (18/2/2026), sebanyak 0,07% menjadi Rp16.850/US$ kala pembukaan perdagangan. Tak berselang lama, rupiah tambah melemah 0,12% menjadi Rp16.860/US$.
Di pasar offshore atau Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah yang tadi pagi sempat menguat kini berbalik melemah 0,01% dari Rp16.864/US$ menjadi Rp16.866/US$.
Hal ini terjadi lantaran indeks dolar AS melanjutkan tren penguatannya setelah rilis data-data ekonomi domestik yang cukup mendukung dengan tingkat inflasi relatif terjaga di level 2,4% dari sebelumnya 2,7%. Dengan sinyal prospek ekonomi membaik, The Fed diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75%.
Dari pasar Asia, penguatan dolar AS ini kembali menyeret mata uang Benua Kuning ke zona merah. Baht Thailand terdepresiasi paling dalam sebanyak 0,22%.


























