Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Kembali Turun di Bawah US$4.900

Redaksi
17 February 2026 18:05

Suasana pertokoan emas di Shenzhen, China. Dok: Qilai Shen/Bloomberg
Suasana pertokoan emas di Shenzhen, China. Dok: Qilai Shen/Bloomberg

Bloomberg, Harga emas kembali terkoreksi di bawah US$4.900/troy ons. Tren depresiasi harga terjadi belum genap satu tahun perdagangan di pasar Asia.

Logam mulia emas tercatat bertengger di level US$4.899,5/troy ons atau turun 1,9% hingga pukul 14.20 waktu Singapura, seperti dicatat Bloomberg dalam laporan terbaru. Penurunan sebelumnya berada pada kisaran 1,4%.

Logam mulia ini sempat menguat sebentar pada Jumat ketika data inflasi AS yang moderat memperkuat alasan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga. Pada bagian lain pergerakannya juga didasari atas ketegangan geopolitik di Iran dan Rusia.


Menurut Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylivem  “emas tidak benar-benar bergerak jauh karena tampaknya risiko geopolitik tidak benar-benar meluas secara signifikan. Notulen FOMC dan tinjauan terkait pemikiran bank sentral AS kemungkinan akan menjadi indikator penting bagi harga,” sebagaimana dilaporkan Ainvest.

Pada bagian lain, perak juga ikut terseret dengan para rentang yang sama -2,7% ke posisi US$74,55/troy ons. Fluktuasi logam putih perak jauh lebih hebat dari catatan yang dibukukan emas, efek pasarnya lebih kecil dan likuiditas lebih rendah.