Logo Bloomberg Technoz

MBG Jadi Fondasi Pendidikan Jangka Panjang

Redaksi
17 February 2026 19:36

Seorang ibu menyuapi makan bergizi gratis (MBG) ke anaknya di Posyandu Dahlia 2, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Seorang ibu menyuapi makan bergizi gratis (MBG) ke anaknya di Posyandu Dahlia 2, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kini dijalankan di 107 negara dan semakin diakui sebagai kebijakan strategis lintas sektor. Program ini tidak lagi dipandang sekadar upaya pemenuhan gizi, melainkan intervensi pendidikan jangka panjang berbasis bukti ilmiah.

Studi yang dilakukan World Food Programme bersama Rockefeller Institute of Government menunjukkan MBG berdampak langsung terhadap indikator utama pendidikan. Dampaknya terlihat pada kenaikan angka partisipasi sekolah, peningkatan kehadiran, penurunan angka putus sekolah, perbaikan nilai ujian, serta berkurangnya defisiensi mikronutrien.

Temuan tersebut menegaskan bahwa MBG menyentuh variabel inti pendidikan, bukan faktor pelengkap. Ketika partisipasi dan kehadiran meningkat serta angka putus sekolah menurun, maka kualitas sistem pendidikan terdorong secara sistemik.


Hubungan antara gizi dan capaian belajar dijelaskan melalui mekanisme biologis yang kuat. Defisiensi mikronutrien yang menurun akan meningkatkan konsentrasi siswa di kelas. Konsentrasi yang lebih baik memperbaiki kualitas waktu belajar dan pada akhirnya meningkatkan hasil ujian.

Anak yang mengalami anemia atau kekurangan zat besi tidak dapat menyerap pelajaran secara optimal. Karena itu, MBG dipandang sebagai intervensi kognitif berbasis biologis, bukan sekadar kebijakan sosial. Program ini bekerja pada fondasi kemampuan belajar siswa.

Memperkuat Pilar Kesiapan Belajar