Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Sepekan: IHSG Naik 3% tetapi Asing Net Sell Rp6 T

Muhammad Julian Fadli
17 February 2026 13:30

Area gedung perkantoran dan marks Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)
Area gedung perkantoran dan marks Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham sepanjang pekan kemarin, 9–13 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,49% point–to–point dan ditutup di posisi 8.212,27.

Berseberangan jauh dengan tren bullish IHSG, investor asing amat gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp6,11 triliun pada perdagangan saham pasar reguler. Sama halnya, pada seluruh pasar investor asing net sell Rp5,47 triliun.
 
Adapun investor asing mencatat net sell terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp3,86 triliun. Imbas manuver jual yang deras, saham BBCA melemah 6,19% menyentuh posisi Rp7.200/saham.

Saham BBCA dalam Sepekan Kemarin Hingga Jumat (13/2/2026) (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan 9–13 Februari 2026:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp3,86 triliun
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp1,97 triliun
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp349,5 miliar
  4. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp207,51 miliar
  5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp191,88 miliar
  6. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp170,29 miliar
  7. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp150,49 miliar
  8. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp132,37 miliar
  9. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp130,87 miliar
  10. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp122,6 miliar

Pada kesempatan yang sama, investor asing masih net buy saham terbanyak pada emiten PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp646,69 miliar. Seiringan dengan tren pembelian, saham BMRI menguat 0,5% menuju posisi Rp5.075/saham.

Saham BMRI dalam Sepekan Kemarin Hingga Jumat (13/2/2026) (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi oleh investor asing sepanjang perdagangan 9–13 Februari 2026:

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp646,69 miliar
  2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp268,51 miliar
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp224,75 miliar
  4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp161,78 miliar
  5. PT Timah Tbk (TINS) Rp147,78 miliar
  6. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp141,77 miliar
  7. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp140,14 miliar
  8. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp125,58 miliar
  9. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp114,54 miliar
  10. PT Indosat Tbk (ISAT) Rp108 miliar