Logo Bloomberg Technoz

Catatan tersebut menjadi yang terendah sejak Mei tahun lalu atau delapan bulan terakhir. Dengan catatan data inflasi Oktober 2025 hilang ditelan bumi gara-gara pemerintahan Presiden Donald Trump sempat shutdown selama lebih dari 40 hari.

Inflasi yang ‘jinak’ tersebut mendongkrak ekspektasi bahwa bank sentral Federal Reserve bisa lebih leluasa untuk melonggarkan kebijakan moneter. Sepertinya suku bunga acuan bisa diturunkan, di mana pasar memperkirakan setidaknya ada tiga kali pemangkasan sepanjang 2026.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan ketika suku bunga turun.

Selain itu, ada kemungkinan kenaikan harga emas disebabkan oleh aksi bargain hunting alias ‘serok’ di bawah. Seperti yang disinggung sebelumnya, harga emas sempat anjlok lebih dari 3% dalam sehari.

“Latar belakangnya adalah volatilitas masih akan tinggi. Namun sepertinya koreksi sudah cukup dalam, sehingga aksi bargain hunting dan penyesuaian posisi investor akan mendukung harga emas,” kata Ewa Manthey, Commodity Strategist di ING Bank, seperti dinukil dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk pekan ini? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 77.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun kalau sudah di atas 70, maka sebenarnya sudah jenuh beli (overbought).

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 76. Menghuni area beli (long) yang kuat, tetapi sudah hampir jenuh.

Untuk perdagangan minggu ini, harga emas berisiko turun. Target support terdekat adalah US$ 4.890/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, support lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.646/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.857/troy ons.

Namun apabila masih kuat menanjak, maka harga emas berpotensi menguji resisten US$ 5.082/troy ons. Dari sini, resisten lanjutan ada di rentang US$ 5.234-5.371/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.994/troy ons.

(aji)

No more pages