Senator Tim Scott—satu-satunya senator Partai Republik berkulit hitam di Senat—menggambarkannya sebagai “hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini”. Sementara itu, Trump mengeklaim kepada wartawan bahwa dirinya “tidak melihat” bagian video yang menunjukkan keluarga Obama.
“Saya tidak melakukan kesalahan,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah dia berencana untuk meminta maaf, dilansir BBC.
Di samping itu, dalam podcast tersebut, Obama menanyakan kepada podcaster liberal Brian Tyler Cohen tentang corak wacana politik. Lalu Cohen menyebut unggahan Trump di antara beberapa kontroversi baru-baru ini.
“Penting untuk menyadari bahwa mayoritas rakyat Amerika menganggap perilaku ini sangat mengkhawatirkan. Memang benar bahwa hal itu menarik perhatian. Memang benar bahwa hal itu mengganggu konsentrasi,” jawab Obama.
Akan tetapi, dia menyebut saat berkeliling di AS, dirinya bertemu dengan orang-orang yang masih percaya pada kesopanan, tata krama, dan kebaikan.
“Ada semacam pertunjukan badut yang terjadi di media sosial dan di televisi. Dan yang benar adalah tampaknya tidak ada rasa malu tentang hal ini di antara orang-orang yang dulu merasa bahwa Anda harus memiliki semacam kesopanan dan rasa hormat terhadap jabatan, bukan? Itu sudah hilang,” kata Obama.
Dia tak menyebut nama Trump dalam tanggapannya. Selama wawancara, Obama berbicara tentang berbagai isu. Dia memuji para pengunjuk rasa yang telah berorganisasi secara damai menentang operasi imigrasi, membahas penataan ulang daerah pemilihan, dan berujar tentang perpustakaan kepresidenannya, yang rencananya bakal dibuka di Chicago tahun depan.
(ain)





























