Logo Bloomberg Technoz

Tipu Daya Harga Saham SWAT: Pakai Nominee & Perusahaan Cangkang

Artha Adventy
12 February 2026 19:50

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan modus dugaan manipulasi transaksi saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) yang terjadi pada Juni–Juli 2018 di Pasar Reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam kasus ini, empat orang tersangka diduga merekayasa transaksi saham dengan menggunakan rekening efek dan rekening bank atas nama pihak lain (nominee), termasuk pegawai serta perusahaan cangkang. Meski menggunakan nama berbeda, rekening tersebut dikendalikan oleh para tersangka sebagai beneficial owner.

Rekening-rekening tersebut digunakan untuk memperoleh penjatahan saham saat penawaran umum perdana atau IPO, dan melakukan transaksi di pasar sekunder. OJK menyebut praktik yang dilakukan melalui 9 perusahaan efek ini menciptakan gambaran semu mengenai harga dan aktivitas perdagangan saham SWAT.


Berdasarkan hasil penyidikan, transaksi melalui rekening nominee tercatat sebanyak 60.121 kali atau sekitar 10% dari total pertemuan transaksi. Volume transaksi mencapai 639,7 juta saham atau 14,7% dengan nilai Rp230,89 miliar atau 13,3%.

Pola yang digunakan antara lain mendominasi transaksi, menjadi inisiator beli untuk mendorong kenaikan harga, serta menciptakan dampak harga melalui pola buying market impact pada periode 8 Juni hingga 5 Juli 2018.