Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Soal 28 Ribu Siswa Keracunan MBG: Hanya 0,0006%

Dovana Hasiana
13 February 2026 15:10

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan 28.000 penerima manfaat diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, kata Prabowo, jumlah itu hanya setara dengan 0,0006% dari keseluruhan porsi makanan yang diproduksi yaitu lebih dari 4,5 miliar mulai dari akhir 2024 hingga hari ini. 

"Artinya 99,9994% itu kalau statistik ya itu kan dibulatkan ke atas. Berarti apa? 99,994% itu berhasil itu, iya kan? di mana ada usaha manusia yang 100%? Ada, tetapi tidak gampang dicapai," ujar presiden dikutip pada Jumat (13/02/2026). 

Dia juga mengeklaim telah mendapatkan laporan bahwa angka itu lebih rendah dibandingkan dengan realisasi makan gratis di Jepang dan Eropa. Kendati demikian, Prabowo juga tak mengelaborasi mengenai kasus keracunan dari program makan gratis di Jepang dan Eropa. 


"Kalau demikian ya kita tidak boleh terlalu kecil hati. Jangan kita sombong, jangan kita bertatang-bertentang. Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ingat itu, makin berisi makin menunduk. Itu adalah ilmu padi nenek moyang kita," ujar dia.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), Prabowo mengungkap program MBG sudah disalurkan kepada 60,2 juta penerima manfaat. Program MBG pada 38 provinsi tersebut dijalankan oleh 22.275 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).