Logo Bloomberg Technoz

Dinamika rupiah yang sangat sensitif terhadap faktor eksternal tertopang oleh meredanya tensi geopolitik dan lesunya kondisi perekonomian AS, yang membuat investor berekspektasi tingkat suku bunga acuan AS turun. 

Dari sisi internal, pemerintah juga merespons gejolak dan kekhawatiran investor secara taktis, meski dalam tataran fundamental belum cukup menjawab keraguan yang ada.

Sehingga, persepsi risiko terkait kredibilitas kebijakan, kondisi fiskal yang ketat, serta ekspektasi terhadap koordinasi fiskal-moneter jadi variabel masih terus memengaruhi pergerakan aset rupiah beberapa pekan terakhir. 

Sekarang, saat aset dolar AS kembali menguat, rupiah belum punya pijakan kuat dari sisi domestik yang bisa menopang laju penguatan lebih lanjut seperti mata uang Asia lainnya. 

Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata, menyebut kecenderungan penguatan rupiah terjadi saat dolar melemah lantaran ada faktor dinamika domestik terkait penilaian lembaga pemeringkat yang muncul berdekatan dengan sorotan indeks menjadi faktor yang berpotensi membatasi sentimen positif. 

"Sehingga rupiah cenderung menguat saat dolar melemah tetapi tetap rentan berbalik bila ada kejutan eksternal atau kebijakan domestik yang mengganggu kepastian arah kebijakan dan kredibilitas pemerintah," kata Josua, Kamis (12/2/2026). 

Pergerakan nilai tukar rupiah dalam dua bulan terakhir hingga Kamis (12/2/2026). (Bloomberg)

Senada, Wee Khoon Chong, APAC Market Strategist BNY, mengatakan sentimen domestik kali ini mendominasi pergerakan rupiah. "Rupiah masih berada dalam tekanan menyusul terjadinya net sell yang terjadi di pasar saham," kata Chong, seperti dikutip Bloomberg News. 

Chong juga mengatakan, potensi turunnya rating pasar saham Indonesia masih membebani pergerakan aset keuangan di pasar domestik. 

Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menutup hari dengan pelemahan sebesar 0,62% menjadi 8.239,4. Investor asing tercatat melepas kepemilikannya di pasar saham domestik sebanyak US$31,4 juta atau setara dengan Rp527,52 miliar menggunakan kurs Rp16.800/US$, per kemarin (11/2/2026). 

(dsp/wep)

No more pages