Miran The Fed: Suku Bunga AS Masih Perlu Turun Meski Ekonomi Kuat
News
12 February 2026 11:50

Enda Curran - Bloomberg News
Bloomberg, Deputi Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Stephen Miran menyatakan bahwa kekuatan mengejutkan pada data lapangan kerja Januari bukan berarti para pembuat kebijakan harus menunda pemangkasan suku bunga tambahan.
Miran berpendapat bahwa rencana reformasi dari sisi penawaran, seperti pengurangan regulasi bisnis, ditambah dengan ekspektasi melambatnya inflasi sektor perumahan, akan membuka jalan bagi bank sentral untuk terus menurunkan suku bunga acuan. Sejak bergabung dengan jajaran dewan gubernur The Fed pada September lalu, Miran tercatat selalu mengajukan pendapat berbeda di setiap rapat kebijakan, karena ia lebih mendukung pemangkasan bunga yang lebih agresif dibanding rekan-rekannya.
"Ada berbagai alasan mengapa saya ingin melihat suku bunga yang lebih rendah. Meskipun data pekerjaan hari ini membuat saya merasa sangat optimis terhadap ekonomi, saya rasa dorongan pada sisi penawaran ekonomi tetap memungkinkan kebijakan moneter untuk menyesuaikan diri," ungkap Miran dalam wawancara bersama Fox Business.
Data terbaru yang dirilis pada Rabu (11/2) menunjukkan bahwa pemberi kerja menambah 130.000 lapangan kerja di bulan Januari, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%. Para analis menilai angka-angka ini berhasil meredakan kekhawatiran terkait lonjakan pengangguran yang sebelumnya sempat memicu tiga kali pemangkasan suku bunga pada akhir 2025.































