Selain itu, Danantara juga melakukan divestasi atas bisnis fiber optic yang dimiliki PT PP Tbk (PTPP). Langkah serupa akan diterapkan pada Gesits, perusahaan yang sebelumnya milik PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebelum masuk ke dalam ekosistem IBC. “Gesits ini juga akan kita lakukan divestasi,” imbuh Dony.
Tak hanya itu, Danantara juga berencana melepas bisnis travel agent yang berada di bawah PT Pertamina (Persero). Menurut Dony, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan untuk memfokuskan BUMN hanya pada bisnis inti.
Dony menegaskan, ke depan Danantara hanya akan mengelola sektor-sektor inti sesuai arahan Presiden dalam kerangka Indonesia Incorporated, sehingga BUMN tidak lagi masuk ke seluruh lini usaha yang berpotensi menggerus ruang bagi sektor swasta.
Sebagai informasi, Indonesia Battery Corporation (IBC) saat ini menguasai 53,93% saham PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), produsen motor listrik Gesits. Kepemilikan tersebut diperoleh setelah IBC mengakuisisi saham milik PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
Berdasarkan pengalihan saham yang dilakukan pada 14 Desember 2022, struktur kepemilikan WIMA terdiri dari IBC sebesar 53,93%, WIKON sebesar 46,04%, serta Koperasi Karyawan PT Wijaya Karya Tbk (Kokar WIKA) sebesar 0,03%.
Adapun IBC merupakan holding industri baterai kendaraan listrik yang didirikan oleh MIND ID, PT Pertamina Power Indonesia, PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
(dhf)






























