Logo Bloomberg Technoz

OJK: Isu Utama Investasi Asuransi Bukan Limit, tapi Risiko

Artha Adventy
06 February 2026 13:50

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, persoalan utama dalam penempatan investasi oleh asuransi dan dana pensiun saat ini bukan terletak pada batasan regulasi, melainkan pada pengelolaan risiko dan kehati-hatian agar dana tidak terjebak pada instrumen bermasalah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan asuransi dan dana pensiun akan berinvestasi lebih agresif apabila tingkat keamanannya terjaga. Kekhawatiran terhadap risiko likuiditas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat investasi.

“Asuransi dan dapen akan berintensi kalau itu aman, sehingga yang kita dorong adalah investasi di instrumen yang risikonya lebih terkendali, seperti saham-saham LQ45,” ujar Ogi di Jakarta, Kamis (5/2/2026).


Selain saham berkapitalisasi besar, OJK juga melihat ruang penempatan dana masih terbuka pada instrumen pasar modal non-saham.

“Di produk pasar modal lainnya yang non-saham, seperti reksa dana atau surat berharga negara, ruangnya itu masih besar,” katanya.