Pernyataan ini muncul sesudah pelaku ancaman yang dikenal sebagai Scattered Lapsus Hunters (SLH) sempat mengunggah tangkapan layar (screenshot) antarmuka dukungan internal Coinbase di Telegram dan kemudian menghapus unggahan tersebut tak lama setelahnya.
Bloomberg News juga sebelumnya melaporkan perkembangan penyelidikan atas insiden yang menimpa Coinbase Global Inc. yang melibatkan Departemen Kehakiman (DoJ) AS. Pelaku kemudian dikabarkan telah ditangkap di India. Pada bulan Mei, perusahaan tersebut mengatakan bahwa peretas menyuap kontraktor atau karyawan di luar AS untuk mencuri data pelanggan yang sensitif dan meminta tebusan sebesar US$20 juta, dalam salah satu pelanggaran keamanan paling menonjol di platform perdagangan kripto.
(far/wep)




























