“Kan damai itu nggak bisa yang satu diinjak, yang satu diangkat. Dua-duanya harus dihormati. Nah, dalam hal ini ya, menurut saya, kita harus husnuzan (berprasangka baik), jangan suuzan sama pemerintah. Biarkan pemerintah menjalankan strateginya, karena di situ (BoP) juga banyak, ada beberapa negara Islam kan,” kata dia.
Keanggotaan di Dewan Perdamaian ini, lanjut dia, membuat Indonesia bisa sejajar di dunia internasional. Status keanggotaan ini juga memungkinkan Indonesia untuk bisa berperan aktif mengawasi proses perdamaian.
“Ya, ibarat kalau saya nggak kenal atau saya jauh, mau ngomong apa-apa nggak enak. Kalau kalian di sebelah saya, kiri kanan, kalau ada perbuatan nggak enak, kan saya tinggal sikut saja,” katanya memberi amsal.
Terkait iuran, kata Hamka, Prabowo juga menjelaskan bahwa uang yang dikeluarkan tidak lain untuk kebutuhan Palestina. Uang itu untuk pembangunan. Artinya, Indonesia tidak sekadar berkoar Palestina harus merdeka, tapi melakukan langkah konkret.
Dari penjelasan ini, kata dia, para tokoh Islam memahaminya. Bahkan, beberapa tokoh langsung mengucapkan takbir, "Allahu akbar,” tiru Hamka.
(red)





























