Kebijakan tersebut akan mengandalkan dukungan dari Export Finance Australia, lembaga kredit ekspor pemerintah, kata Menteri Sumber Daya Madeleine King dalam konferensi pers di Washington DC, tempat perwakilan dari berbagai negara berkumpul dalam KTT mineral kritis yang diselenggarakan atas prakarsa pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
“Kami akan memastikan Export Finance Australia memiliki perangkat keuangan yang tepat untuk dapat menerapkan batas harga,” ujarnya.
Australia masih tertinggal jauh dari China dalam hal pemrosesan dan pemurnian tanah jarang dan perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut, tambah King, sambil menekankan bahwa industri sumber daya Australia selama ini selalu bergantung pada investasi asing.
Langkah ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana peluncuran Project Vault, yakni cadangan strategis mineral kritis dengan dana awal US$12 miliar untuk memangkas ketergantungan Amerika pada tanah jarang dan logam lainnya dari China.
China hampir memonopoli pengolahan mineral kritis dan sebelumnya pernah menggunakan pasokan sebagai alat tawar dalam sengketa perdagangan.
Uni Eropa akan mengajukan proposal kemitraan mineral kritis kepada AS guna membatasi pengaruh China, seiring upaya membentuk dorongan pemerintahan Trump untuk menjalin kesepakatan global pada pekan ini.
Seperti AS, Australia juga berencana membangun cadangan mineral kritisnya sendiri, meski dalam skala lebih kecil sebesar A$1,2 miliar atau US$843 juta.
Pemerintah pada tahap awal akan fokus membeli unsur tanah jarang, antimon, dan galium.
Upaya ini berjalan seiring dengan perjanjian penting yang ditandatangani Australia dengan AS pada 2025 untuk meningkatkan akses Amerika terhadap tanah jarang dan mineral lainnya.
Sementara itu, sebagai bagian dari upaya promosi investasi, pemerintah telah meluncurkan prospektus daring yang merinci 49 tambang dan 29 fasilitas pengolahan yang “siap untuk investasi,” kata King, sembari menambahkan bahwa investasi dapat berbentuk perjanjian offtake.
Tahun lalu, AS menawarkan jaminan batas harga kepada satu produsen utama, namun hingga kini kebijakan tersebut belum diperluas kepada perusahaan lainnya.
(bbn)
































