Logo Bloomberg Technoz

Jadi, sepertinya investor kini melihat harga emas sudah ‘murah’. Alhasil, emas kembali menjadi buruan sehingga harganya naik.

“Kami rasa koreksi yang terjadi akan sehat bagi pasar dalam jangka panjang. Periode ini akan menciptakan kesempatan bagi investor untuk merancang posisi strategis dengan posisi masuk yang lebih menarik,” kata Joni Teves, Strategist UBS Group AS, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Ke depan, ruang untuk kenaikan harga emas masih terbuka. Bahkan Deutsche Bank AS masih memperkirakan harga emas bisa menuju US$ 6.000/troy ons.

“Koreksi harga emas selama tiga hari berturut-turut memang sulit terhindarkan. Namun  secara fundamental, faktor yang bisa mengerek harga emas masih ada. Siklus pelonggaran moneter dan kecemasan akan friksi geopolitik bisa membuat harga emas lebih tinggi,” jelas Garfield Reynolds, MLIV Asia Team Leader dari Bloomberg.

(aji)

No more pages