Logo Bloomberg Technoz

Ke depan, ruang untuk kenaikan harga emas masih terbuka. Bahkan Deutsche Bank AS masih memperkirakan harga emas bisa menuju US$ 6.000/troy ons.

“Koreksi harga emas selama tiga hari berturut-turut memang sulit terhindarkan. Namun  secara fundamental, faktor yang bisa mengerek harga emas masih ada. Siklus pelonggaran moneter dan kecemasan akan friksi geopolitik bisa membuat harga emas lebih tinggi,” jelas Garfield Reynolds, MLIV Asia Team Leader dari Bloomberg.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (4/2/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali ke jalur koreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas merangsek ke zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 56. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 21. Hampir menyentuh ambang batas jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 5.024/troy ons. Jika tertembus, maka resisten berikutnya ada di US$ 5.055/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.388/troy ons,

Namun andai harga emas malah turun, maka waspadai pivot point US$ 4.652/troy ons. Dari sini, harga emas berisiko menguji support US$ 4.622-4.295/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 3.945/troy ons.

(aji)

No more pages