Logo Bloomberg Technoz

Dengan ruang fiskal yang kian sempit dan inflasi yang relatif tinggi, prospek penguatan rupiah juga dibayangi potensi pelonggaran moneter lanjutan tahun ini, setelah total penurunan suku bunga mencapai 150 basis poin sejak September 2024. Sikap wait and see investor menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi pekan ini serta data cadangan devisa periode Januari turut membatasi laju penguatan mata uang Ibu Pertiwi.

Ke depan, di tengah volatilitas global yang masih tinggi, pergerakan rupiah diperkirakan tetap sensitif terhadap perubahan sentimen. Meski begitu, pelemahan dolar AS untuk sementara memberi bantalan jangka pendek bagi mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

(riset/aji)

No more pages