“Tidak ada yang mengira kita mampu. Banyak orang-orang hebat yang diramalkan pasti gagal,” ujarnya.
Prabowo menilai kritik yang berlebihan muncul karena program tersebut kerap dijadikan sasaran serangan politik. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menjelaskan pencapaian program secara objektif.
Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan program MBG justru mendapat perhatian internasional. Ia menyebut para ahli dari Gedung Putih termasuk tengah mempelajari soal MBG di Indonesia.
“Saya baru satu hari yang lalu, para ahli pakar dari Gedung Putih sedang mempelajari MBG kita,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo mengatakan Rockefeller Institute juga menilai makan bergizi gratis sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan di suatu negara. Ia menyebut investasi tersebut dapat memberikan manfaat hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang.
Prabowo menambahkan program MBG juga telah menciptakan dampak ekonomi besar, terutama dalam penciptaan lapangan kerja. Saat ini, terdapat 22.275 dapur SPPG yang sudah beroperasi, serta 13.829 dapur lainnya yang masih dalam proses penilaian.
“Dengan 22 ribu saja sekarang kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta,” kata Prabowo.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG membutuhkan pasokan bahan pangan seperti sayur, telur, ikan, hingga daging, yang turut menggerakkan perekonomian desa dan daerah.
Prabowo menargetkan jumlah penerima manfaat MBG akan terus meningkat hingga mencapai 82 juta orang paling lambat Desember 2026. Ia berspekulasi jika target tersebut tercapai, program ini dapat membuka 3 hingga 5 juta lapangan kerja baru.
Selain itu, Prabowo meminta agar kritik tidak dijadikan alasan untuk merusak upaya besar pemerintah dalam membangun bangsa. “Kalau tidak suka sama Prabowo silakan pertarungan 2029, tapi jangan merusak seluruh bangsa,” ujarnya.
(dec/ain)






























