Logo Bloomberg Technoz

The Fed Tahan Suku Bunga, Waspadai Dampak Perang Timur Tengah

News
19 March 2026 05:00

Gubernur Fed Jerome Powell dalam keterangan kepada media usai rapat FOMC dan keputusan pemangkasan suku bunga 25 bps. (Bloomberg)
Gubernur Fed Jerome Powell dalam keterangan kepada media usai rapat FOMC dan keputusan pemangkasan suku bunga 25 bps. (Bloomberg)

Maria Eloisa Capurro - Bloomberg News

Bloomberg, Pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dan tetap memproyeksikan hanya satu kali pemangkasan tahun ini. Keputusan ini diambil seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat berkecamuknya perang di Timur Tengah.

Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa untuk melanjutkan tren penurunan suku bunga, pihaknya harus melihat kemajuan nyata dalam menekan inflasi, terutama inflasi barang yang melonjak akibat kebijakan tarif.


“Jika kami tidak melihat kemajuan tersebut, maka tidak akan ada pemangkasan suku bunga,” ujar Powell kepada awak media usai pengumuman keputusan tersebut, Rabu (18/3) waktu setempat.

Namun, target tersebut tampaknya sulit tercapai. Dalam proyeksi ekonomi terbaru, The Fed justru menaikkan prospek inflasi tahun 2026 menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,4%. Inflasi inti—yang tidak menghitung sektor makanan dan energi yang fluktuatif—juga diperkirakan naik ke angka 2,7%. Merespons pernyataan Powell, indeks S&P 500 terus merosot, sementara imbal hasil (yield) Treasury dan dolar AS melonjak.

Powell Tetap Bertahan