Logo Bloomberg Technoz

Konsensus Bloomberg: Desember, Ekspor-Impor Masih Lemah

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 January 2026 16:28

Tumpukan peti kemas di areal pelabuhan./dok. Bloomberg
Tumpukan peti kemas di areal pelabuhan./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup 2025, kondisi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya pulih. Meski nilai tukar rupiah mampu menguat dalam penutupan perdagangan akhir tahun lalu dan berhasil menguat tajam 0,47% ke posisi Rp16.690/US$, sayangnya belum diikuti perbaikan kinerja sektor riil, khususnya dari sisi perdagangan. 

Konsensus Bloomberg yang melibatkan 19 analis/ekonom memperkirakan median proyeksi pertumbuhan ekspor pada Desember masih lesu yaitu hanya 0,34%. Sementara ekspor tumbuh lambat, impor justru diprediksi terkontraksi 2,7%.

Sebagai pembanding, pada November tahun lalu capaian ekspor masih terkontraksi sebesar 6,6%. Di sisi lain, capaian impor tumbuh meski hanya 0,46%. 


Proyeksi ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia belum sepenuhnya menemukan pijakan yang kokoh. Lambatnya kinerja ekspor mencerminkan belum pulihnya permintaan global, sementara kontraksi impor mengindikasikan permintaan domestik yang juga belum sepenuhnya bergairah. 

Kontraksi ekspor terjadi juga disumbang oleh perlambatan ekonomi China, normalisasi harga komoditas, juga permintaan manufaktur global yang belum pulih. Data Desember dan kuartal IV-2025 menunjukkan pertumbuhan yang lambat di China.