Spekulasi Bos The Fed Baru Dongkrak Dolar, Rupiah Tertekan
Tim Riset Bloomberg Technoz
30 January 2026 15:58

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mayoritas mata uang Asia hari ini bergerak lesu seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS), menyusul beredarnya kabar Presiden Donald Trump mungkin akan mengusulkan Kevin Warsh sebagai Gubernur Bank Sentral Federal Reserve menggantikan Jerome Powell.
Pengumuman yang disebut akan berlangsung malam nanti, membuat rupiah dan mata uang Asia hari ini bergerak di zona merah. Baht Thailand melemah paling dalam 0,86%, disusul won Korea Selatan 0,60%, yen Jepang 0,55%, dolar Taiwan 0,50%, ringgit Malaysia dan rupiah Indonesia masing-masing 0,26%.
Meski secara mingguan, nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan sebanyak 0,19%, namun jika ditarik ke belakang secara tahun berjalan (year-to-date) rupiah sudah tergerus 0,6%.
Agaknya pasar mata uang bereaksi terhadap kabar naiknya Kevin Warsh yang dikenal berhaluan hawkish sebagai calon ketua Federal Reserve. Sentimen tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS berpotensi bertahan lebih tinggi lebih lama. Indeks dolar AS pun kembali terkerek 0,28% ke level 96,552 setelah beberapa hari berada dalam tren pelemahan.
Bagi Indonesia, tekanan terhadap rupiah tak hanya bersumber dari faktor global dan penguatan dolar AS. Investor masih mencermati peringatan MSCI terkait kelayakan investasi Indonesia, yang memicu kehati-hatian lanjutan di pasar keuangan domestik.































