BRI Perkuat Ekonomi Desa Lewat Desa BRILiaN

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk terus mempertegas perannya sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan menempatkan desa sebagai fondasi utama pertumbuhan nasional. Melalui program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi desa, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat desa tumbuh secara mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hingga akhir 2025, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.000 desa di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini mencerminkan konsistensi BRI dalam mengakselerasi penguatan ekonomi desa sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerataan pembangunan nasional.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2020, Desa BRILiaN dirancang sebagai program pemberdayaan berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Pendekatan ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi desa berjalan seiring dengan penguatan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola yang baik.
Dalam implementasinya, pengembangan Desa BRILiaN bertumpu pada empat pilar utama, yakni peningkatan peran Badan Usaha Milik Desa dan atau Koperasi Desa, digitalisasi, sustainability, serta inovasi. Keempat pilar tersebut menjadi kerangka kerja terpadu untuk menggali dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara sistematis.
BRI melihat desa bukan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki kapasitas untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui Desa BRILiaN, BRI mendorong desa agar mampu menciptakan nilai tambah dari potensi yang dimiliki, baik di sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, maupun usaha berbasis komunitas.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa program Desa BRILiaN merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam membangun ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan. Menurutnya, pemberdayaan desa adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Program Desa BRILiaN menjadi salah satu instrumen strategis BRI dalam memperluas dampak pembangunan desa. Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, BRI mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai strategi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Akhmad Purwakajaya.
Pendekatan tersebut menjadikan Desa BRILiaN tidak sekadar program pendampingan, tetapi juga role model pengembangan desa. Desa-desa yang tergabung didorong untuk menerapkan praktik kepemimpinan desa yang unggul, transparan, dan kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ekosistem UMKM dan Digitalisasi Desa
Selain Desa BRILiaN, BRI juga menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan penguatan desa. Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah kolaborasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Klaster usaha tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta akses pasar. Melalui pendekatan berbasis klaster, BRI mendorong terciptanya rantai nilai lokal yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Penguatan ekosistem UMKM juga didukung oleh kehadiran LinkUMKM, sebuah platform digital yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, mitra bisnis, serta akses layanan keuangan. Hingga kini, sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas.
Digitalisasi menjadi elemen penting dalam strategi pemberdayaan BRI karena mampu menjembatani desa dengan ekonomi modern. Melalui pemanfaatan teknologi, pelaku usaha desa tidak lagi terbatas oleh jarak dan akses, tetapi dapat terhubung langsung dengan peluang pasar yang lebih luas.
BRI juga melengkapi penguatan UMKM dengan pembinaan melalui 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Rumah BUMN berfungsi sebagai pusat pengembangan kapasitas pelaku usaha, mulai dari pelatihan kewirausahaan hingga pendampingan pemanfaatan teknologi digital.
Sepanjang 2025, BRI tercatat telah menyelenggarakan 18.218 pelatihan yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan digitalisasi UMKM. Pelatihan ini dirancang agar pelaku usaha desa mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.
Menurut Akhmad Purwakajaya, penguatan desa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Desa yang kuat akan menciptakan fondasi ekonomi yang kokoh dan berdaya tahan menghadapi berbagai tantangan.
“Penguatan desa merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara desa dan ekonomi modern, memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Akhmad Purwakajaya.
Ke depan, BRI memastikan program Desa BRILiaN dan berbagai inisiatif pemberdayaan lainnya akan terus dikembangkan secara adaptif. Dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi, BRI optimistis desa-desa di Indonesia dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
































