Logo Bloomberg Technoz

BEI: Saham RI Berisiko Turun ke Frontier Market, Setara Filipina

Artha Adventy
28 January 2026 16:15

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan Indonesia berisiko mengalami penurunan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market apabila transparansi data kepemilikan saham yang diminta Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak terpenuhi hingga batas waktu peninjauan pada Mei 2026.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan, MSCI menilai data yang diusulkan otoritas pasar modal Indonesia saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan transparansi sesuai metodologi mereka.

“Apabila transparansi data yang mereka harapkan tidak terpenuhi sampai dengan bulan Mei, MSCI akan menurunkan peringkat Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market,” ujar Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/1/2025).


Dengan potensi penurunan klasifikasi tersebut, Indonesia akan berada sejajar dengan negara-negara Frontier Market seperti Vietnam dan Filipina, sementara saat ini Indonesia masih berada dalam kelompok Emerging Market bersama Malaysia.

Iman menegaskan, BEI menghormati metodologi dan independensi MSCI dalam melakukan penilaian indeks global. Ia juga menyampaikan apresiasi atas proses konsultasi yang dilakukan MSCI, karena dinilai mendorong peningkatan transparansi data kepemilikan saham di pasar modal Indonesia, khususnya untuk kepemilikan di bawah 5%.