Logo Bloomberg Technoz

Goldman Turunkan Peringkat Saham Indonesia Jadi Underweight

News
29 January 2026 09:20

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Eduard Gismatullin - Bloomberg News

Bloomberg, Analis Goldman Sachs Group Inc menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, memperingatkan bahwa kekhawatiran MSCI Inc terkait kelayakan investasi dapat memicu arus keluar lebih dari US$13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier.

Bank Wall Street tersebut memperkirakan bahwa, dalam skenario ekstrem di mana Indonesia diklasifikasikan ulang dari pasar negara berkembang, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI dapat menjual hingga US$7,8 miliar. Arus keluar lebih lanjut sebesar US$5,6 miliar juga dapat dipicu jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free-float-nya.


"Kami memperkirakan penjualan pasif lebih lanjut dan menganggap perkembangan ini sebagai beban yang akan menghambat kinerja pasar," tulis analis termasuk Timothy Moe dalam laporan. 

Dalam catatan terpisah, analis menekankan bahwa mengingat manajer dana aktif regional memiliki posisi overweight di pasar, beban dari kemungkinan penurunan status, ditambah dengan meningkatnya tekanan pasar dan potensi penurunan likuiditas, kemungkinan akan mendorong investor long-only menyesuaikan kembali portofolio mereka. Hal ini juga dapat memicu aliran spekulatif dari hedge fund.

Indeks JCI dan MSCI Indonesia Anjlok 28 Januari. (Bloomberg)