Logo Bloomberg Technoz

SGMC Sebut Tak Ada Alasan Realistis Downgrade Bursa Saham RI

Redaksi
29 January 2026 14:24

Trading Halt dibuka, IHSG makin jeblok, merosot 8,76% (Diolah)
Trading Halt dibuka, IHSG makin jeblok, merosot 8,76% (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Senior partner SGMC Capital Mohit Mirpuri menilai bahwa tidak ada alasan yang realistis untuk menurunkan peringkat (downgrade) pasar saham Indonesia menjadi frontier market dari emerging market. Dalam hal volume perdagangan, tahun lalu Indonesia sedikit mengungguli Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Frontier market merupakan pasar dengan kapitalisasi kecil, likuiditas rendah, dan tingkat risiko lebih tinggi dibanding emerging market. Negara-negara dalam kategori ini memiliki infrastruktur pasar modal yang belum sepenuhnya berkembang, regulasi terbatas, dan sistem pelaporan keuangannya belum memadai.

"Sejujurnya, sekali lagi, Indonesia sedang dalam masa percobaan hingga Mei. Skenario dasar saya, mereka akan menemukan solusi. Tidak ada alasan realistis Indonesia akan diturunkan peringkatnya menjadi frontier market," tegasnya dalam wawancara dengan Bloomberg TV, dikutip Kamis (29/1/2026).


Dia mengingatkan bahwa Indonesia adalah anggota blok G-20. Selain itu, Indonesia adalah pasar saham terbesar di ASEAN dan salah satu dari 20 pasar teratas secara global dalam hal kapitalisasi pasar.

"Ini tentang penyesuaian metodologi indeks, bukan penilaian terhadap negara tersebut. Jadi, saya pasti akan turun tangan dan tidak akan mengurangi eksposur saya ke Indonesia," tukasnya.