Logo Bloomberg Technoz

Tekanan MSCI Hanya Sementara, Bukan Cerminan Fundamental Emiten

Recha Tiara Dermawan
28 January 2026 11:05

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk tidak menambah bobot saham Indonesia dan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), termasuk meniadakan rebalancing indeks pada Februari 2026, memicu tekanan kuat di pasar saham domestik.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai reaksi pasar yang terjadi lebih dipengaruhi oleh sentimen dan faktor kepercayaan, bukan pelemahan fundamental ekonomi nasional.

Hendra mencatat, keputusan MSCI tersebut langsung direspons negatif oleh pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok tajam hingga hampir 7% pada awal pembukaan perdagangan, Rabu (28/1/2026).


Menurutnya, tekanan tersebut mencerminkan kepanikan investor akibat tertahannya ekspektasi aliran dana pasif global yang selama ini menopang saham-saham berkapitalisasi besar.

“Temporer saja karena panik, karena harapannya akan ditambah bobot, tapi sementara tidak. Kalau ditanya berapa lama, balik lagi ke katalisnya apa. Kalau ada katalis segera positif ya cepat balik.” ujar Hendra kepada Bloomberg Technoz, Rabu (28/1/2026).