Ancaman Turun Kelas dari MSCI Bisa Merembet ke Pasar SUN
Tim Riset Bloomberg Technoz
28 January 2026 10:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia terancam turun kelas dari negara berkembang (emerging market) menjadi frontier market atau pasar keuangan yang berada di bawah level emerging market dari sisi ukuran, dan likuiditas.
Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia agaknya membawa pesan bahwa investor global bukan hanya menguji kepercayaannya terhadap pasar keuangan Indonesia, tapi juga menuntut keterbukaan struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran mereka terhadap integritas pembentukan harga di pasar.
Seperti kita tahu, dalam beberapa pekan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencetak penguatan sepanjang sejarahnya (All Time High) beberapa kali. MSCI memang mengakui adanya perbaikan kecil pada sistem data otoritas bursa efek, tapi itu saja tidak cukup. Menurut MSCI, masalah utamanya masih sama yaitu struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, klasifikasi pemegang saham yang patut dipertanyakan, serta kekhawatiran akan potensi perdagangan terkoordinasi (gorengan) yang bisa mengaburkan harga wajar.
Dampaknya langsung terasa di pasar saham lantaran investor bereaksi cepat potensi penurunan bobot Indonesia di indeks global ini. Saham-saham besar yang selama ini jadi tulang punggung indeks justru yang paling rentan dilepas lantaran ada perubahan persepsi risiko, bukan fundamentalnya.
Jika hingga Mei 2026 belum ada kemajuan, MSCI menyebut akan menurunkan status Indonesia dari emerging market jadi frontier market. Hal ini tentu akan merembet ke pasar surat utang, yang saat ini sebenarnya sudah menuntut imbal hasil tinggi akibat premi risiko yang meningkat.





























