Logo Bloomberg Technoz

E10 Mau Diwajibkan, Ini Sebab Bioetanol Lebih Mahal dari Bensin

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 January 2026 09:40

Ilustrasi bahan bakar nabati (BBN) bioetanol./Bloomberg-Si Barber
Ilustrasi bahan bakar nabati (BBN) bioetanol./Bloomberg-Si Barber

Bloomberg Technoz, Jakarta – Peneliti energi independen Akhmad Hanan berpendapat harga bensin dengan campuran bioetanol masih terbilang tinggi dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang beredar di pasaran gegara bahan bakunya yang lebih mahal.

Selain bahan baku yang terbilang mahal, Akhmad memandang, harga jual bensin campuran bioetanol masih relatif mahal lantaran dipengaruhi oleh proses produksi yang kerap berbiaya tinggi, serta infrastruktur distribusi yang belum mumpuni.

Kendati demikian, dia memandang dalam jangka panjang, harga bensin dengan campuran bioetanol tetap dapat lebih ekonomis apabila skala produksinya di dalam negeri meningkat, efisiensi teknologinya membaik, dan rantai pasok bahan bakunya makin stabil.


“Saat ini, dalam banyak skenario. Harga bioetanol masih relatif lebih mahal dibandingkan dengan bensin fosil murni apabila tanpa insentif atau dukungan kebijakan,” kata Akhmad ketika dihubungi, Rabu (28/1/2026).

“Namun demikian, secara jangka panjang bioetanol memiliki potensi ekonomis apabila skala produksi meningkat, efisiensi teknologi membaik, dan rantai pasok bahan baku semakin stabil,” tegasnya.

Bahan bakar bioetanol menetes dari pompa bahan bakar./Bloomberg-Si Barber