Logo Bloomberg Technoz

Dolar Terlemah dalam Hampir 4 Tahun, Bagaimana Nasib Rupiah?

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 January 2026 08:18

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka stagnan dalam perdagangan kontrak derivatif Non-Deliverable Forward (NDF) pada awal transaksi bursa mancanegara, Rabu (28/1/2026), ketika indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali susut.

Mengacu data Bloomberg pagi ini, rupiah NDF di bursa offshore dibuka di posisi Rp16.698/US$. Selanjutnya rupiah offshore bergerak di kisaran Rp16.707/US$.

Stagnasi rupiah offshore terjadi ketika indeks dolar AS (DXY) lesu. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) anjlok 1,26% ke 95,816. Ini menjadi yang terendah sejak 31 Januari 2022 atau hampir empat tahun terakhir.


Level pergerakan rupiah offshore pagi ini yang rata-rata di kisaran Rp16.707/US$, tercatat menguat tipis dibandingkan posisi penutupan rupiah spot pada Selasa kemarin di Rp16.766/US$.

Hal ini memberi sinyal, masih ada peluang bagi rupiah bertahan di pasar spot.