Logo Bloomberg Technoz

Donald Trump Lempar Sinyal Perang Usai, Iran Sebut Sebaliknya

News
16 March 2026 05:56

Warga Israel bertopeng ‘Trump’ merayakan kesepakatan pembebasan sandera di Tel Aviv, Israel, Kamis (9/10/2025). (Kobi Wolf/Bloomberg)
Warga Israel bertopeng ‘Trump’ merayakan kesepakatan pembebasan sandera di Tel Aviv, Israel, Kamis (9/10/2025). (Kobi Wolf/Bloomberg)

Arsalan Shahla dan Dana Khraiche–Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Donald Trump mengatakan Iran siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, namun Amerika Serikat minta syarat. Sebuah situasi yang menandakan tidak adanya pelonggaran dalam konflik yang telah membuat lintas pelayaran strategis Selat Hormuz terhenti hingga mengguncang pasar energi.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran belum meminta perundingan atau gencatan senjata. “Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu adalah kali kedua,” katanya dalam wawancara yang ditayangkan Minggu di acara Face the Nation CBS.


Dia menambahkan bahwa Iran akan terus mempertahankan diri hingga Trump mengakui bahwa dia sedang mengobarkan “perang ilegal” yang tak punya peluang menang.

“Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tak mau membuatnya karena syaratnya belum cukup baik,” kata Trump kepada NBC, Sabtu. Trump tegaskan bahwa kesepakatan “sangat solid” harus mencakup komitmen Teheran untuk menghentikan ambisi nuklirnya.  Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai negosiasi apa pun dan tidak jelas siapa, jika ada, yang menyampaikan pesan antara AS dan Iran.