Logo Bloomberg Technoz

Krisis Timteng, Negara-Negara Asia Berburu Sumber Energi ke AS

News
16 March 2026 03:00

Fasilitas LNG dan CCS Gorgon, yang dioperasikan oleh Chevron Corp, di Pulau Barrow, Australia./Bloomberg-Lisa Maree Williams
Fasilitas LNG dan CCS Gorgon, yang dioperasikan oleh Chevron Corp, di Pulau Barrow, Australia./Bloomberg-Lisa Maree Williams

David Gura and Christina Ruffini - Bloomberg News

Bloomberg, Negara-negara Asia makin memandang Amerika Serikat (AS) sebagai pemasok energi untuk mengurangi ketergantungan mereka pada Timur Tengah di tengah ketidakstabilan regional dan kekhawatiran rantai pasokan, kata Administrator Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), Lee Zeldin.

Berbicara dari Tokyo di sebuah forum energi, Zeldin menunjuk pada kesepakatan senilai lebih dari US$50 miliar yang telah diamankan perusahaan-perusahaan AS dalam 48 jam terakhir karena negara-negara di kawasan Asia berupaya melakukan diversifikasi dari Teluk, di mana pasokan telah terganggu oleh penutupan efektif Selat Hormuz.


Negara-negara Indo-Pasifik "jauh lebih termotivasi" untuk mendiversifikasi rantai pasokan mereka, kata Zeldin dalam sebuah wawancara di Bloomberg This Weekend.

Dia menekankan keuntungan logistik dari ekspor energi AS, mencatat bahwa pengiriman dari Alaska akan memakan waktu sekitar 8 hari dibandingkan dengan 28 hari dari Timur Tengah