Logo Bloomberg Technoz

Seri PBS030 jadi incaran investor dengan penawaran terbesar hingga Rp10,802 triliun. Agaknya investor lebih memilih tenor menengah yang menawarkan keseimbangan antara imbal hasil (yield) dan risiko. Yield rata-rata tertimbang di kisaran 5,23%.

Pada lelang sebelumnya, pemerintah menerbitkan seri ini sebanyak Rp4,15 triliun, pada lelang kali ini hanya Rp2,75 triliun, turun 33,73%. Agaknya pemerintah ingin mengarahkan investor untuk masuk ke tenor yang lebih panjang seperti PBS034 bertenor 13 tahun dan PBS038 bertenor 23 tahun.

"Langkah ini mengindikasikan adanya upaya penyimbangan ulang dalam pengelolaan kas Kementerian Keuangan serta perpanjangan rata-rata jatuh tempo utang," sebut Mega Capital Sekuritas dalam laporannya, Rabu (28/1/2026). 

Meski berhasil menyeimbangkan kas negara, investor meminta yield yang lebih tinggi di atas 6,4% pada seri-seri panjang. Ini menegaskan bahwa investor masih meminta premi risiko untuk komitmen jangka panjang, seiring meningkatnya ketidakpastian global. 

Sementara untuk instrumen jangka pendek, seperti SPNS yang jatuh tempo sepanjang tahun ini, mencatat yield di kisaran 4,25% hingga 4,75%. Level ini mengindikasikan perubahan ekspektasi pasar yang makin realistis.

Di tengah proses stabilisasi nilai tukar rupiah, pelonggaran moneter agresif bukan lagi jadi skenario utama. Alhasil, investor mulai mengunci imbal hasil pada level yang dianggap sesuai saat ini. 

Agaknya, lelang kali ini pelaku pasar kembali ke pola yang lebih rasional, lebih selektif dan lebih berhitung soal risiko. Mungkin bagi pemerintah ini juga bisa memberi ruang untuk tetap menjaga disiplin pembiayaan dan memperpanjang utang jatuh tempo tanpa tekanan untuk menyerap dana di harga yang kurang optimal.

Ini penting untuk menahan biaya utang agar tetap terkendali, di tengah kondisi pasar global yang makin menuntut premi risiko tinggi, khususnya di pasar negara berkembang. 

(dsp/aji)

No more pages