Logo Bloomberg Technoz

Aji menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat kejadian tersebut. Meski demikian, Kemenkes tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat virus Nipah merupakan penyakit zoonosis dengan tingkat fatalitas yang tinggi.

Menurutnya, langkah pelaporan mandiri melalui aplikasi All Indonesia menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini dan pencegahan masuknya penyakit dari luar negeri. Data yang masuk akan menjadi dasar bagi petugas kesehatan untuk melakukan tindak lanjut secara cepat dan terukur.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan internasional, untuk jujur dan disiplin dalam melaporkan kondisi kesehatannya,” ujar Aji.

Ia menambahkan, Kemenkes terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas bandara dan pelabuhan, untuk memastikan pengawasan kesehatan pintu masuk negara berjalan optimal tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Selain itu, Kemenkes memperkuat pemantauan dan deteksi dini di dalam negeri melalui pelaporan kejadian berbasis event based surveillance pada Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), Public Health Emergency Operation Center (PHEOC), serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Pengamatan dan penemuan kasus juga ditingkatkan di wilayah melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit. Fasilitas pelayanan kesehatan diminta melakukan deteksi dini terhadap pasien dengan gejala yang mengarah ke virus Nipah, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, riwayat kontak dengan hewan terinfeksi, atau konsumsi nira dan aren mentah.

Untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan, Kemenkes juga menyebarluaskan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berupa FAQ, poster, dan pedoman terkait penyakit virus Nipah yang dapat diakses melalui kanal resmi infeksiemerging.kemkes.go.id.

Aji mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti imbauan pemerintah.

“Kami akan terus menyampaikan informasi perkembangan situasi secara transparan sesuai hasil pemantauan dan rekomendasi WHO,” pungkasnya

(dec/spt)

No more pages