AS menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia dengan Kanada dan Meksiko selama sekitar lima minggu mulai Juni. Turnamen ini sudah menuai kritik karena harga tiket yang sangat mahal. Kini, kebijakan Trump — termasuk keinginannya untuk mengambil alih kendali Greenland dari sesama anggota NATO, Denmark — semakin memicu perdebatan tentang boikot ajang tersebut sebagai bentuk respons.
“Apa justifikasi untuk boikot Olimpiade pada 1980-an?” kata Göttlich kepada surat kabar Jerman itu, merujuk pada sejumlah negara yang memboikot Olimpiade di Moskow setelah Uni Soviet saat itu menginvasi Afghanistan.
“Menurut perhitungan saya, potensi ancamannya kini lebih besar dibandingkan saat itu,” kata Göttlich.
“Kita perlu melakukan diskusi ini.”
Penolakan juga datang dari politisi Inggris serta Mark Pieth, yang memimpin sebuah komite untuk mengawasi reformasi di FIFA pada dekade lalu. Ia mengatakan para penggemar seharusnya memboikot Piala Dunia karena meningkatnya otoritarianisme di Amerika Serikat.
(dec)
































