Pasar memori global didominasi oleh Micron dan dua pesaingnya dari Korea Selatan, SK Hynix Inc. dan Samsung Electronics Co. Ketiga perusahaan ini telah memprioritaskan produksi chip high-end yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur AI dan mengalihkan sumber daya dari chip memori untuk segmen lain.
Sejak tahun lalu, perusahaan PC dan pembuat smartphone telah memperingatkan bahwa kekurangan chip memori dapat merugikan bisnis mereka.
Untuk mengatasi krisis pasokan yang menurut Micron belum pernah terjadi sebelumnya, perusahaan AS tersebut baru saja memulai pembangunan fasilitas senilai US$100 miliar di negara bagian New York, dan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk membayar $1,8 miliar untuk fasilitas di Taiwan.
Pada awal 2025, Micron mengumumkan investasi sebesar US$7 miliar selama beberapa tahun ke depan untuk memperluas fasilitas manufakturnya di Singapura guna memenuhi permintaan chip memori canggih yang diperlukan untuk melatih kecerdasan buatan. Perusahaan semikonduktor AS ini telah lama mengandalkan Taiwan, Singapura, dan Jepang sebagai basis produksi utamanya.
(bbn)































