“Bandung Raya, yang potensi sampahnya mencapai 5.000 ton per hari. Kemudian Jakarta yang 8.000 ton per hari justru belum menyiapkan diri di dalam rangka pemenuhan aspek-aspek di dalam waste-to-energy,” lanjut dia.
PLTSa Jakarta
Dalam bahan presentasi yang ditampilkan Hanif, timbulan sampah Jakarta mencapai 8.702 ton per hari. Dari besaran itu, sekitar 1.769 ton sudah terkelola, 6.667 ton dibuang ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, dan 266 ton sisanya terbuang ke lingkungan.
Lebih lanjut, sekitar 4.652 ton sampah yang dihasilkan Jakarta disebut berpotensi diolah menggunakan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Sedangkan calon lokasi pembangunan PSEL Jakarta terletak di TPST Bantar Gebang dengan luas lahan 10,5 hektar (ha).
“Dengan kondisi TPST Bantar Gebang telah penuh dan agar 100% sampah di Jakarta dapat terkelola maka dibutuhkan pembangunan PSEL dengan kapasitas 4.500–5.000 ton per hari,” sebagaimana tertulis dalam bahan tayangan Hanif.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bakal mengumumkan pemenang lelang tahap satu proyek PLTSa dalam waktu dekat usai peserta lelang mengumpulkan dokumen final yang ditenggat 7 Januari 2026.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan proses lelang tahap pertama tersebut sudah berjalan, setelah Danantara menentukan 24 daftar penyedia terseleksi (DPT).
“Kita tanggal 7 sudah ada bidding dan kita umumkan,” kata Rosan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (17/12/2025).
Dokumen final tersebut nantinya diserahkan ke Danantara usai mendapatkan persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
DPT yang memenangkan tender di masing-masing wilayah akan membentuk korsorsium dengan perusahaan Indonesia untuk menggarap proyek tersebut.
Stefanus juga memastikan setiap satu DPT bisa mengikuti tender lebih dari satu proyek.
Pada tahap pertama, seluruh DPT berasal dari pihak asing. Antara lain, berasal dari Eropa, China, hingga Jepang. Seluruh DPT itu berpengalaman dalam proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
(azr/naw)






























