Logo Bloomberg Technoz

Seorang juru bicara SoftBank tak merespons permintaan komentar. Pihak Switch dan DigitalBridge menolak berkomentar.

Kesepakatan tersebut akan menjadi salah satu ‘deal’ terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan Jepang hingga saat ini, dan akan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi Proyek Stargate untuk membangun pusat data di Amerika Serikat. 

Masayoshi Son melihat proyek tersebut sebagai jalur kunci untuk memainkan peran yang lebih besar dalam perlombaan artificial intelligence dan telah berjanji untuk mengucurkan US$100 miliar “segera” bersama OpenAI, Oracle Corp., dan MGX dari Abu Dhabi. 

Beberapa pihak di internal SoftBank merasa cemas terhadap skala kesepakatan tersebut serta logistik mengelola kampus pusat data dari Las Vegas hingga Atlanta, kata para sumber.

Switch saat ini sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) secepatnya tahun ini, dan para investor perusahaan telah mempertimbangkan valuasi sekitar US$60 miliar termasuk utang melalui pencatatan saham di bursa. Setiap kesepakatan juga kemungkinan besar akan diawasi oleh Komite Investasi Asing (Committee on Foreign Investment) di AS.

Walau kecil kemungkinan SoftBank dan Switch akan menghidupkan kembali pembicaraan tentang akuisisi penuh, kedua belah pihak mungkin menemukan cara di masa depan, mengingat minat Son yang kuat terhadap kesepakatan tersebut. 

Miliarder Masayoshi Son mengatakan bahwa ia telah mengincar Arm Holdings Plc selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhasil mengakuisisi perusahaan desain chip Inggris tersebut pada tahun 2016. SoftBank juga memiliki fasilitas manufaktur di Ohio yang dioperasikan oleh Hon Hai Precision Industry Co. dari Taiwan, yang mungkin menjadi model untuk kemitraan dengan Switch.

Meskipun telah berinvestasi lebih awal dalam teknologi AI, Masayoshi Son dan SoftBank sebagian besar tertinggal dalam perlombaan global untuk mengembangkan semikonduktor, rak server, dan perangkat hardware lain yang mendukung machine learning. Sebagian besar dana mengalir ke lingkup kecil produsen chip, termasuk Nvidia Corp. dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). 

SoftBank telah memperkuat investasinya seputar AI dalam beberapa bulan terakhir. Selama setahun terakhir, perusahaan berbasis di Tokyo ini telah mengumpulkan saham sebesar 11% di OpenAI, dengan suntikan dana sebesar US$22,5 miliar hanya bulan lalu. Perusahaan ini juga membeli desainer chip AS Ampere Computing LLC seharga US$6,5 miliar dan mengumumkan akuisisi unit robotika ABB Ltd. US$5,4 miliar. 

Guna membiayai sebagian biaya tersebut di atas, SoftBank telah menjual sebagian sahamnya di T-Mobile US Inc., melepas seluruh saham Nvidia yang dimilikinya, dan memperluas pinjaman margin menggunakan saham Arm yang dimilikinya.

Investasi SoftBank di AI, bersama dengan penurunan tajam nilai saham Arm pada akhir tahun lalu, memberikan tekanan pada kelayakan kreditnya, seperti yang diperingatkan oleh S&P Global Ratings awal bulan ini. Meskipun SoftBank memiliki rekam jejak disiplin dalam mengelola keuangannya, “jika tidak mengambil langkah-langkah pelonggaran segera, seperti likuidasi aset yang dimiliki, tekanan akan semakin meningkat pada peringkat kreditnya,” tulis analis Kei Ishikawa dan Makiko Yoshimura dalam sebuah laporan. 

(bbn)

No more pages