Logo Bloomberg Technoz

Fink mengatakan ada pergerakan dari beberapa investor untuk diversifikasi dari aset dolar AS karena mereka memiliki “alokasi yang luar biasa berlebihan.” Fink memperkirakan terjadi realokasi sebesar 5%, tetapi meragukan pergeseran di masa depan karena pertumbuhan ekonomi AS.

BlackRock CEO Larry Fink (Krisztian Bocsi/Bloomberg)

Fink  bergabung dengan nama-nama tersohor seperti Elon Musk, CEO Tesla yang berbicara masa depan robot humanoid, serta CEO Anthropic Dario Amodei yang di hari pertama WEF menyindir melunaknya sikap pemerintah federal AS dalam memberi akses chip canggih dari Nvidia kepada China.

Pada bagian lain, Amodei mengatakan meskipun opini publik tentang AI telah “berfluktuasi secara liar” selama bertahun-tahun, sebagai orang dalam industri, dia percaya teknologi tersebut terus berada pada lintasan yang sama.

Setiap tiga hingga enam bulan, semua mengalami pembalikan polaritas di mana media amat antusias tentang apa yang bisa dilakukan teknologi: akan mengubah segalanya. “Dan kemudian [setelah beberapa waktu] semuanya menjadi bubble. Semuanya akan runtuh. “Yang saya lihat adalah garis eksponensial yang mulus… Dan perkembangan itu terus berlanjut,” ungkap Amodei.

Selanjutnya, Amodei mengatakan AI memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia di mana ekonomi tumbuh pesat, tetapi hal itu tak bakal menghasilkan lebih banyak lapangan kerja. Dia menyebutnya sebagai “sisi buruk” dan sebuah “risiko”.

“Teknologi seperti diketahui secara luas akan membawa kita ke dunia di mana kita memiliki pertumbuhan produk domestik bruto yang sangat tinggi dan berpotensi juga pengangguran dan ketidaksetaraan yang sangat tinggi. Ini semua kombinasi yang hampir belum pernah kita lihat sebelumnya,” kata Amodei.

Para Peserta Davos Berfokus pada Keuntungan AI Setelah Setahun Investasi Besar-besaran (Bloomberg)

Dia memberikan contoh para insinyur di perusahaannya yang menggunakan AI untuk menulis kode, lalu mengeditnya sendiri, tetapi seiring kemajuan AI, mereka mungkin tak mempunyai pekerjaan lagi untuk dilakukan.

“Masih ada hal-hal yang perlu dilakukan oleh para insinyur software engineer. Bahkan jika para developer software hanya mengerjakan 10% dari pekerjaan, mereka tetap memiliki tugas, atau mereka dapat naik level. Tapi itu tidak akan berlangsung selamanya,” jelas Amodei.

Di samping itu, pemutusan hubungan kerja (PHK) dan masa depan pekerjaan di tengah kemajuan AI termasuk di antara topik yang terbanyak dibahas di WEF 2026. Walaupun beberapa pembicara tampaknya menghindari topik tersebut dengan menekankan bahwa bot dan manusia dapat bekerja sama.

CEO Nvidia Jensen Huang menyebut AI sebenarnya menciptakan peran “keahlian” bergaji tinggi untuk tukang ledeng, tukang listrik, dan pekerja baja. Gaji untuk beberapa pekerja ini di Amerika Serikat (AS) telah berlipat ganda, mencapai angka enam digit dalam kasus tertentu.

“Sektor energi menciptakan lapangan kerja. Industri cip menciptakan lapangan kerja. Lapisan infrastruktur menciptakan lapangan kerja. Lapangan kerja, lapangan kerja, lapangan kerja! Ini luar biasa,” kata Huang.

 “Ini adalah pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia. Ini akan menciptakan banyak lapangan kerja. Dan sungguh luar biasa bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut terkait dengan keahlian teknis. … Setiap orang seharusnya dapat memperoleh penghasilan yang layak. Anda tidak perlu memiliki gelar PhD di bidang ilmu komputer untuk melakukannya, dan saya senang melihat hal itu,” imbuh dia.

(far/wep)

No more pages